Artikel Pendidikan Agama Islam
MEMAJUKAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Najwa Mumtaz/I0321076/Teknik Industri
Pendidikan islam telah melalui banyak periode dari zaman
dahulu sampai zaman sekarang di mana teknologi sudah menyebar di mana pun. Kemajuan
teknologi pun sudah sangat berkembang di berbagai sektor yang ada termasuk di
bidang industri. Di abad-21 sekarang ini sudah memasuki era yang dinamakan era
revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 adalah di mana seluruh aspek di
bidang industri sudah dilakukan kombinasi antara industri konvensional dengan
teknologi digital dan internet.
Pendidikan islam pun sudah masuk ke Indonesia sejak
awal munculnya agama islam di Indonesia. Di Indonesia sendiri pun teknologi
sudah berkembang dan sudah menyebar hampir ke semua daerah. Saat ini pun bidang
pendidikan di Indonesia sudah menggunakan teknologi digital yang sudah sangat
berkembang. Pesatnya perkembangan teknologi yang ada pada saat ini awalnya
membuat pendidikan islam terutama di Indonesia memiliki hambatan saat proses
negosiasi dengan prinsip-prinsip yang ada. Namun, saat ini pendidikan islam
sudah mulai mengalami pembaharuan di era revolusi industri 4.0 ini.
Dalam
hal ini teknologi digital sangat memengaruhi sistem pendidikan yang ada pada
saat ini. Menurut NCTM (2000) teknologi memiliki dampak positif dalam
pembelajaran terutama di pendidikan islam yaitu dapat mengembangkan jangkauan
pembelajaran, dapat mengembangkan daya guna pengajaran, dan dapat memengaruhi
bahwasannya untuk apa dan bagaimana seharusnya pendidikan islam itu didalami
dan diajarkan. Namun, para pendidik masih memiliki kekhawatiran disalahgunakan oleh
para siswa dan hal itu dapat menyebabkan para siswa tersebut bukannya fokus
dalam menemukan konsep pembelajaran, tetapi malah disibukkan dengan hal
lainnya. Walaupun begitu teknologi sekarang ini memiliki banyak dampak positif
dan lebih memudahkan pendidikan islam berkembang.
Dalam
era revolusi industri 4.0 sekarang ini mahasiswa dan mahasiswi muslim yang
sedang mempelajari bidang studi tertentu dapat dikatakan sebagai calon
intelektual muslim yang harus dapat berkontribusi dan menemukan hal-hal baru
dalam memajukan pendidikan islam agar umat muslim tidak sampai tertinggal dari
barat. Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memajukan pendidikan islam di
era revolusi 4.0 yaitu salah satunya dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan.
Para mahasiswa di abad ke-21 ini dituntut untuk dapat memiliki banyak skill
seperti dapat berpikir kreatif dan juga dapat berpikir kritis. Selain itu
mahasiswa muslim juga harus dapat memahami ilmu yang sedang dipelajari di
bidang tertentu dan juga harus dapat memahami ilmu dalam islam secara
bersamaan.
Di era sekarang ini pendidikan
islam harus dapat mengejar ketertinggalan dari barat. Cara mengejar
ketertinggalan itu pasti tidak mudah maka dari itu sebagai mahasiswa dan
mahasiswi muslim sebagai calon intelektual muslim harus dapat mencari cara
bagaimana dapat memajukan pendidikan islam dan kontribusi mahasiswa dan
mahasiswi muslim dari bidang masing-masing untuk memajukan islam di era
sekarang ini yang sudah memasuki era revolusi industri 4.0 di mana di semua
bidang sudah menggunakan teknologi canggih terutama dalam bidang industri.
Dalam
era revolusi industri 4.0 ini sebagai mahasiswa dapat ikut berkontribusi
memajukan pendidikan islam yaitu seperti yang contohnya. Pertama, mahasiswa
harus dapat mengoptimalkan kemampuannya agar sumber daya manusia untuk kemajuan
islam dapat terpenuhi. Contohnya dalam bidang teknik bahwasannya mahasiswa dan
mahasiswi teknik pun dapat ikut berkontribusi untuk memajukan islam. Salah satu
program studi teknik yang dapat ikut berkontribusi yaitu Teknik Industri.
Menurut IIE (Institute of Industrial Engineering) Teknik Industri
sendiri memiliki pengertian sebagai suatu rekayasa yang berkaitan dengan
desain, pembaharuan, dan instalasi dari sistem integrasi yang meliputi manusia,
material, peralatan, energi dan manusia. Teknik Industri dapat ikut
berkontribusi dalam islam salah satunya yaitu di dalam Teknik Industri
diajarkan tentang pengoptimasian. Oleh karena itu mahasiswa dan mahasiswi
Teknik Industri dapat menggunakan kemampuannya untuk mengoptimalkan pendapatan
seperti menghemat biaya produksi, mengefisienkan proses produksi, dan
mengerjakan perancangan sistem secara efisien.
Kontribusi mahasiswa dan
mahasiswi Teknik Industri dapat dilakukan sebagai contoh ada pemilik pabrik
semen yang ingin membuat pabrik baru di daerah perkotaan, tetapi banyak sekali
pertimbangan jika ingin membuat pabrik tersebut seperti titik lokasinya, bahan
baku yang berupa batu kapur yang bisa didapatkan di wilayah pedalaman yang
cukup jauh dari lokasi yang ingin dibuat pabrik. Sebaliknya jika ingin
membangun pabrik semen tersebut di wilayah pedalaman maka sulit untuk
mendistribusikan kepada konsumen dan ke toko-toko.
Dari permasalahan itu dapat dianalisis bahwa harus
berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak menimbulkan kerugian atau
mengalami pemborosan. Seperti yang diterangkan dalam
Al-Quran di surah Al-Isra ayat 26-27: “Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang
dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara
boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, …”. Dari
permasalahan ini kita harus dapat menganalisis apakah pertimbangan-pertimbang
tersebut layak atau malah merugikan, jadi dalam hal ini kita bisa memakai ilmu
yang diajarkan di dalam Teknik Industri untuk menghindari pemborosan atau bisa
dikatakan kontribusi Teknik Industri dalam islam yaitu menganalisis
permasalahan yang ada di industri lalu dihubungkan dengan ilmu agama yang
diketahui.
Kedua,
mahasiswa dapat ikut berkontribusi dengan menggunakan dan memanfaatkan
teknologi dengan sebaiknya agar dapat memberikan pengajaran untuk siswa dan
membimbingnya dalam mempelajari pendidikan islam. Zaman sekarang pastinya
mahasiswa sudah dapat menggunakan teknologi yang ada dengan baik dan mungkin
bisa dikatakan sangat ahli dalam menggunakan teknologi. Maka dari itu mahasiswa
dapat memanfaatkan keahliannya dalam bidang teknologi untuk kemajuan islam.
Contohnya seperti pada mahasiswa Teknik Industri yang mempelajari program
computer di mana mata kuliah tersebut mempelajari yang biasa disebut coding.
Dari mata kuliah tersebut mahasiswa Teknik Industri dapat menggunakan
ilmunya untuk membuat website atau aplikasi yang berhubungan dengan ilmu agama.
Dari website atau aplikasi tersebut banyak orang akan terbantu dan akan
mendapatkan pengetahuan baru tentang agama islam dan ilmu-ilmu islam lainnya. Dari
website dan aplikasi tersebut pastinya akan lebih memudahkan orang lain dan
siswa-siswa atau penerus calon intelektual muslim untuk mempelajari tentang
agama islam.
Ketiga,
mahasiswa harus mempunyai karakter yang baik terlebih dalam hal agama, jika mahasiswa
sebagai calon intelektual muslim mempunyai karakter yang baik dan akhlak yang
baik maka dapat membantu dalam
menanamkan karakter yang baik kepada lainnya. Era revolusi industri 4.0 sekarang
ini mahasiswa dan mahasiswi sangat penting untuk memiliki akhlak atau moral
yang baik. Akhlak dan moral yang baik tersebut bisa terbentuk karena ada
peranan pendidikan islam. Memiliki akhlak dan moral baik di era sekarang ini
sangat membantu agar manusia tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik dan
hal-hal yang merusak pola pikir, sikap, dan keyakinan.
Keempat,
dalam memajukan pendidikan islam terutama di Indonesia harus mempunyai sumber
daya manusia yang cukup agar dapat maksimal dalam melakukan pembelajaran kepada
siswa. Sumber daya manusia yang cukup pun belum maksimal jika dalam
pembelajaran tidak bisa membawa suasana menjadi hidup dan menyenangkan.
Pembelajaran dalam era revolusi industri 4.0 ini harus dapat memberikan banyak
ilmu dan kesempatan kepada para siswa seperti untuk lebih kreatif, dapat menganalisis
dan mempunyai solusi untuk suatu masalah, dan
memaksimalkan kemampuan membaca, kolaborasi, dan berpikir kritis. Selain
itu pendidik harus mengerti karakteristik siswa yang diajar agar pembelajaran
terutama pendidikan islam lebih dapat teorganisir.
Hal-hal tersebut dapat
dilaksanakan dengan lancar, tetapi ada beberapa masalah yang tidak mendukung
jika ilmu dunia dan akhirat ditautkan seperti yang pertama di lingkungan
masyarakat sekarang masih banyak yang kurang mengembangkan pengetahuan dan ilmu
mereka. Kedua, masih banyaknya kekurangan dalam kepaduan kebijakan sains
nasional di negara-negara yang mayoritasnya muslim atau negara-negara muslim,
masalah ini sangat disayangkan jika negara-negara muslim tersebut tidak dapat
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Ketiga, kurangnya dana untuk meneliti
sesuatu atau melakukan penelitian ilmiah, masalah dana merupakan masalah yang
lumayan berat dikarenakan banyak kendala yang tidak akan selesai seperti biaya
pendidikan, penelitian ilmiah, dan segala bentuk pengembangan ilmu. Keempat,
kurangnya kesadaran masyarakat akan kepentingan penelitian ilmiah. Kelima, di
era sekarang ini banyak para ilmuwan muslim di negara-negara muslim yang
terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan.
Dari hal-hal yang sudah dijelaskan
mulai dari kontribusi, tantangan, dan masalah yang dihadapi di era revolusi
industri 4.0 tentang pendidikan islam atau ilmu agama dapat disimpulkan bahwa
sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di era sekarang
ini terutama mahasiswa dan mahasiswi muslim yang sebagai calon intelektual
muslim harus dapat memajukan pendidikan islam atau ilmu agama terutama
mahasiswa dan mahasiswi di bidang Teknik Industri yang sudah ikut berkontribusi
seperti yang dijelaskan sebelumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Dirga (2013, April 9).
Peran Teknik Industri dalam Islam. Diakses dari
https://www.dakwatuna.com/2013/04/09/30858/peran-teknik-industri-dalam-islam/#axzz7F7DQi4uv
Indianto,
Dimas. (2019). Pendidikan Agama Islam Dalam Revolusi Industri 4.0.
Prosiding Seminar Nasional Prodi Pai Ump Tahun 2019.
Rahamn,
Arif. (Ed.). (2019). Buku Pendidikan Islam di
Era Revolusi Industri 4.0.
Depok,
Indonesia : Komojoyo Press.
Komentar
Posting Komentar